Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Semoga shalawat dan salam
tetap tercurah kepada Imam para utusan, penutup para Nabi, diutus
pembawa rahmat bagi alam semesta, panglima bagi orang-orang yang
memiliki muka bercahaya, pemberi syafaat bagi orang-orang yang berdosa,
dan pemilik bendara pujian pada hari pembalasan. Semoga shalawat juga
tercurah atas keluarganya yang bersih dan para shahabatnya.
Allah memerintahkan Kepada umat manusia untuk membaca shalawat kepada
nabi Muhammad, karena Nabi Muhammad adalah Habibullah atau Kekasih Allah
yang tinggi kedudukannya.
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا
الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا {56}
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai
orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah
salam penghormatan kepadanya. (QS. 33:56)
Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa yang membaca
shalawat kepadaku sekali maka Allah akan membalasnya sepuluh kali.
Pelayan kedua wahyu, penggemar dua tanah suci, dan pecinta utusan Allah
bagi bangsa jin dan manusia berkata, “risalah ini saya himpun untuk
menjelaskan tentang keajaiban membawa shalawat kepada penghulu anak
Adam. Saya himpun sebagai hadiah bagi para pembawa shalawat Nabi. Saya
sertakan tuliskan beberapa hadits tentang shalawat yang saya sertakan
rujukan dan faedahnya
1. Dari Abu Bakar as-Shiddiq berkata bahwa aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda:
من صلي علي كنت شفيعه يوم القيامة
Barangsiapa yang bershalawat kepadaku, maka aku akan memberinya syafaat
pada hari kiamat. (Hadits riwayat Ibnu Syahiin dalam at-Targhib dan Ibnu
Basykawal).
2. Dari Umar bin Khaththab dari Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda:
من صلى عليك واحدة صلى الله عليه وسلم عشرا ورفع له عشر درجات
Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali shalawat, maka Allah akan
membalas sepuluh kali shalawat dan mengangkatnya sepuluh derajat.
(Dikeluarkan Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, Ibnu Abu Syaibah,
al-Bazzar, Ibnu Syahiin dan al-Ismaili dengan sanad ma’lul).
3. Dari Ali bin Abu Thalib berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda:
“البخيل الذي من ذكرت عنده فلم يصل علي”.
Manusia bakhil adalah orang yang disebut namaku di sisinya, tetapi tidak
membaca shalawat kepadaku. (Dikeluarkan Imam at-Tirmidzi dan beliau
berkata bahwa hadits hasan shahih. Dan juga dikeluarkan Imam Nasa’i,
Ibnu Hibban dan al-Hakim).
4. Dari Ali bin Abu Thalib berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda:
“من سره أن يكتالَ بالمكيالِ الأوفى إذا صلَّى علينا أهل البيت فليقل:
اللهم صلِّ على محمدٍ النبيِّ الأمي وأزواجه أمهات المؤمنين وذريته وأهل
بيته، كما صليت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ”.
Barangsiapa yang ingin mendapat balasan dengan takaran yang penuh ketika
membaca shalawat kepada kami, ahli bait, maka hendaknya membaca:
Allahumma Shalli Ala Muhammad an-Nabi al-Ummi, Wa Azwajihi Ummahatil
Mukminin Wa Dzurriatihi Wa Ahli Baitihi, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim,
Innaka Hamidun Majid (Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad,
seorang nabi yang ummi, kepada isteri-isterinya sebagai ibunda kaum
mukminin, anak cucunya dan keluarganya sebagaimana Engkau telah
bershalawat kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji
lagi Maha Agung. (Dikeluarkan Imam an-Nasa’i)
5. Hadits Dari Abu Mas’ud.
عن أبي مسعود الأنصاري أنه قال: أتانا رسول اللّه صلى الله عليه وسلم في
مجلس سعد بن عبادة فقال له بشير بن سعد: أمرنا اللّه أن نصلي عليك يارسول
اللّه، فكيف نصلي عليك؟ فسكت رسول اللّه صلى الله عليه وسلم حتى تمنينا أنه
لم يسأله، ثم قال رسول اللّه صلى الله عليه وسلم “قولوا: اللهم صلِّ على
محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما صليت على آل إبراهيم؛ ٌ و بارك على محمدٍ وعلى آل
محمدٍ، كما باركت على آل إبراهيم؛ في العالمين إنك حميدٌ مجيدٌ”. والسلام
كما قد علمتم
Dari Abu Mas’ud berkata: Pernah Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam
bersabda hadir ditengah kami sementara kami sedang berada di majlisnya
Sa’ad bin Ubadah. Maka Basyir bin Sa’ad bertanya kepada beliau: Allah
telah memerintahkan kepada kami bershalawat kepadamu, bagaimanakah cara
bershalawat kepadamu. Abu Mas’ud berkata: Maka Rasulullah diam, sehingga
kami ingin kalau sekiranya ia (Basyir bin Saad) tidak bertanya kepada
beliau. Kemudian Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda
bersabda: Ucapkanlah Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa ‘Ala Ali Muhammad,
Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim, Wa Bararik Ala Muhammad Wa Ala Ali
Muhammad Kama Barakta Ala Ali Ibrahim Fil Aalamina Innaka Hamidun Majid.
(Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga
Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga
Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana
Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim atas sekalian semesta alam,
sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia). Adapun salam
sebagaimana yang kalian ketahui. ( Dikeluarkan Ahmad, Muslim, Abu Daud,
an-Nasa’i, at-Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, dan al-Hakim).
6. Dari Ibnu Abu Laila berkata bahwa Ka’ab bin Ujrah berkata: Maukah
kami aku beri suatu hadiah? Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam
bersabda telah hadir di tengah kami, maka kami bertanya: Kami telah
mengetahui bagaimana mengucapkan salam kepadamu, tapi bagaimana membaca
shalawat kepadamu. Beliau bersabda: Ucapkanlah
“اللهم صلِّ على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما صليت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ
مجيدٌ، اللهمَّ بارك على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما باركت على آل إبراهيم؛
إنك حميدٌ مجيدٌ”.
Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa ‘Ala Ali Muhammad, Kama Shallaita Ala
Ali Ibrahim Innaka Hamidun Majid, Allahumma Bararik Ala Muhammad Wa Ala
Ali Muhammad Kama Barakta Ala Ali Ibrahim Innaka Hamidun Majid.(Ya Allah
berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad,
sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim,
sesungguhnya Engkau Maka Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah berkahilah
Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi
keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
(Dikeluarkan Bukhari dan Muslim serta Abu Daud)
7. Dari Ibnu Abu Laila berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa
sallam bersabda bersabda: Hadirlah kalian. Maka kamipun hadir. Ketika
naik mimbar pada tangga pertama beliau mengucapkan ‘Amin’, kemudian naik
mimbar pada tangga kedua beliau mengucapkan ‘Amin’. Kemudian naik
mimbar pada tangga ketiga beliau juga mengucapkan ‘Amin’. Setelah usai
khutbah, beliau turun dari mimbar, maka kami bertanya kepada beliau:
Wahai Rasulullah kami mendengar darimu sesuatu yang belum pernah kami
dengar darimu sebelumnya. Beliau Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda
bersabda: Sesungguhnya Jibril datang kepadaku lalu berkata: Semoga
semakin jauh dari Allah, orang yang menemui Ramadhan namun tidak
diampuni dosanya. Maka aku katakan Amin. Ketika aku naik mimbar pada
tangga kedua, Jibril berkata: Semoga semakin jauh dari Allah, orang yang
namamu disebut namun dia tidak membaca shalawat kepadamu, maka aku
katakan Amin. Ketika aku naik mimbar pada tangga ketiga, Jibril berkata:
Semoga semakin jauh dari Allah, orang yang menemui kedua orang tuanya
dalam keadaan tua renta, atau salah satunya, namun dia tidak masuk
surga. Maka aku katakan Amin. ( Dikeluarkan Ibnu Khuzaimah dan al-Hakim
dan beliau berkata: Sanadnya shahih).
8. Dari Abu Humaid as-Sa’idi bahwa mereka berkata: Wahai Rasulullah
bagaimana kami membaca shalawat kepadamu, maka Rasulullah
Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda: Ucapkanlah:
“اللهم صلِّ على محمدٍ وأزواجه وذريته، كما صليت على آل إبراهيم، وبارك على
محمدٍ وأزواجه وذريته، كما باركت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ”.
Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa Azwaajihi Wa Dzurriyatihi, Kama
Shallaita Ala Ali Ibrahim, Wa Barik Ala Muhammad Wa Azwaajihi Wa
Dzurriyatihi, Kama Barakta Ala Ali Ibrahim Innaka Hamidun Majid. (Ya
Allah berilah shalawat kepada Muhammad, isteri-isterinya dan anak-anak
cucunya, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim.
Berkahilah Muhammad, isteri-isterinya dan anak-anak cucunya, sebagaimana
Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha
Terpuji lagi Maha Mulia. (Dikeluarkan Imam Bukhari dan Muslim).
9. Abu Usaid berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam
bersabda bersabda: Jika diantara kamu masuk masjid maka ucapkanlah
shalawat dan salam kepada nabi dan bacalah:
اللهم صلي علي محمد اللَّهمَّ افتح لي أبواب رحمتك، فإِذا خرج فليقل: اللَّهمَّ إنِّي أسألك من فضلك”.
“Allahumma Shalli Ala Muhammad, Allahumma Iftah Li Abwaaba Rahmatik, (
Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad, ya Allah bukalah untukku
pintu-pintu rahmat-Mu) dan jika keluar dari Masjid, hendaklah ia ucapkan
“Allahumma Inni As’aluka Min Fadzlik. Ya Allah sesungguhnya aku memohon
kepada-Mu sebagian dari karunia-Mu) (Dikeluarkan Imam Muslim dan Abu
Daud secara ringkas)
10. Hadits Abu Said al-Khudri
عن أبي سعيد الخدري؛ قال:- قلنا يا رسول الله! هذا السلام عليك قد عرفناه.
فكيف الصلاة؟ قال ((قولوا: اللهم صل على محمد عبدك ورسولك كما صليت على آل
إبراهيم. وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم)).
Dari Abu Said al-Khudri berkata bahwa kami bertanya: Wahai Rasulullah,
Salam kepadamu kami telah mengetahui, maka bagaimanakah kami bershalawat
kepadamu? Beliau Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Ucapkanlah:
Allahumma Shalli Ala Muhammad Abdika Warasulika Kama Shallaita Ala Ali
Ibrahim. Wabarik Ala Muhammad Wa Ala Ali Muhammad Kama Barakta Ala
Ibrahim. (Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad, hamba-Mu dan
utusan-Mu, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga
Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana
Engkau telah memberkahi Ibrahim). (Dikelurkan Bukhari)
Manfaat, Karomah dan Keajaiban Membaca Shalawat
- Membaca shalawat sebagai bentuk realisasi ketaatan kepada perintah Allah Ta’ala.
- Menjalankan Allah dalam membaca shalawat.
- Mencontoh / menauladani para malaikat-Nya.
- Mendapat balasan sepuluh rahmah dari Allah setiap membaca sekali shalawat.
- Diangkat sepuluh derajat karena membaca sekali shalawat.
- Ditulis sepuluh kebaikan bagi yang membaca sekali shalawat.
- Dihapus sepuluh keburukan bagi yang membaca sekali shalawat.
- Menjadi sebab utama dikabulkan doa.
- Menjadi sebab meraih syafaat Nabi.
- Mendapat pengampunan dari Allah.
- Allah akan mencukupi hidupnya dari berbagai macam keluh kesah.
- Sebagai sebab dekatnya seorang hamba dengan Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam nanti pada hari kiamat.
- Shalawat bisa mengganti dan menduduki ibadah shadaqoh.
- Menjadi sebab terpenuhi berbagai macam hajat kebutuhan.
- Meraih shalawatnya Allah dan shalawatnya para malaikat atasnya.
- Menjadi sebab seseorang meraih kesucian dan kemuliaan.
- Orang yang gemar membaca shalawat akan mendapat kabar gembira sebelum matinya.
- Akan meraih keamanan dan keselamatan dari rintangan hari kiamat.
- Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam akan menjawab shalawat dan salam kepada orang-orang yang membaca shalawat dan salam kepadanya.
- Bisa membantu seorang hamba mengingatkan sesuatu yang terlupa.
- Menjadi sebab berkahnya suatu majlis agar tidak kembali pulang dalam keadaan merugi dan cacat.
- Membaca shalawat mampu mengusir dan melenyapkan kemiskinan.
- Membaca shalawat mampu menghilangkan penyakit bakhil dari seorang hamba.
- Menjadi selamatnya seorang hamba dari doanya Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam yang buruk, karena beliau mendoakan celaka bagi yang mendengar nama disebut tidak membaca shalawat.
- Membaca shalawat menjadi jalan menuju sorga.
- Selamat dari busuknya majlis karena membaca shalawat.
- Membaca shalawat menjadi penyempurna bagi pembicaraan pada saat berkhutbah.
- Menjadi sebab sempurnanya cahaya seorang hamba pada saat meniti titian (Siroth).
- Membaca shalawat akan mengeluarkan seseorang dari sifat kasar dan keras kepala.
- Menjadi sebab langgengnya pujian Allah atasnya.
- Mendatangkan keberkahan kepada orang yang membaca shalawat.
- Orang yang membaca shalawat akan meraih rahmat dari Allah.
- Sebagai bukti cinta Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam secara abadi.
- Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam akan selalu mencintai orang yang membaca shalawat.
- Menjadi sebab seorang hamba meraih hidayah.
- Nama orang yang membaca shalawat akan disampaikan kepada Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam
- Menjadi sebab teguhnya kaki pada saat meniti titian (Siroth).
- Dengan membaca shalawat berarti seseorang telah menunaikan haknya Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam atasnya.
- Mengandung dzikir dan syukur kepada Allah.
- Shalawat adalah doa karena dengan membaca shalawat berarti telah memuji khalilullah dan kekasih-Nya. Dengan itu berarti telah mendoakan baik untuknya.
- Menjalankan Allah dalam membaca shalawat.
- Mencontoh / menauladani para malaikat-Nya.
- Mendapat balasan sepuluh rahmah dari Allah setiap membaca sekali shalawat.
- Diangkat sepuluh derajat karena membaca sekali shalawat.
- Ditulis sepuluh kebaikan bagi yang membaca sekali shalawat.
- Dihapus sepuluh keburukan bagi yang membaca sekali shalawat.
- Menjadi sebab utama dikabulkan doa.
- Menjadi sebab meraih syafaat Nabi.
- Mendapat pengampunan dari Allah.
- Allah akan mencukupi hidupnya dari berbagai macam keluh kesah.
- Sebagai sebab dekatnya seorang hamba dengan Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam nanti pada hari kiamat.
- Shalawat bisa mengganti dan menduduki ibadah shadaqoh.
- Menjadi sebab terpenuhi berbagai macam hajat kebutuhan.
- Meraih shalawatnya Allah dan shalawatnya para malaikat atasnya.
- Menjadi sebab seseorang meraih kesucian dan kemuliaan.
- Orang yang gemar membaca shalawat akan mendapat kabar gembira sebelum matinya.
- Akan meraih keamanan dan keselamatan dari rintangan hari kiamat.
- Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam akan menjawab shalawat dan salam kepada orang-orang yang membaca shalawat dan salam kepadanya.
- Bisa membantu seorang hamba mengingatkan sesuatu yang terlupa.
- Menjadi sebab berkahnya suatu majlis agar tidak kembali pulang dalam keadaan merugi dan cacat.
- Membaca shalawat mampu mengusir dan melenyapkan kemiskinan.
- Membaca shalawat mampu menghilangkan penyakit bakhil dari seorang hamba.
- Menjadi selamatnya seorang hamba dari doanya Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam yang buruk, karena beliau mendoakan celaka bagi yang mendengar nama disebut tidak membaca shalawat.
- Membaca shalawat menjadi jalan menuju sorga.
- Selamat dari busuknya majlis karena membaca shalawat.
- Membaca shalawat menjadi penyempurna bagi pembicaraan pada saat berkhutbah.
- Menjadi sebab sempurnanya cahaya seorang hamba pada saat meniti titian (Siroth).
- Membaca shalawat akan mengeluarkan seseorang dari sifat kasar dan keras kepala.
- Menjadi sebab langgengnya pujian Allah atasnya.
- Mendatangkan keberkahan kepada orang yang membaca shalawat.
- Orang yang membaca shalawat akan meraih rahmat dari Allah.
- Sebagai bukti cinta Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam secara abadi.
- Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam akan selalu mencintai orang yang membaca shalawat.
- Menjadi sebab seorang hamba meraih hidayah.
- Nama orang yang membaca shalawat akan disampaikan kepada Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam
- Menjadi sebab teguhnya kaki pada saat meniti titian (Siroth).
- Dengan membaca shalawat berarti seseorang telah menunaikan haknya Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam atasnya.
- Mengandung dzikir dan syukur kepada Allah.
- Shalawat adalah doa karena dengan membaca shalawat berarti telah memuji khalilullah dan kekasih-Nya. Dengan itu berarti telah mendoakan baik untuknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar